The Comments

Vietnam GP: Diunggulkan di tempat ketiga, Maria Febe melenggang ke semi final Vietnam GP: Alamsyah Yunus melenggang ke semi final Vietnam GP: Pasangan Fran Kurniawan/Bona Septano berhasil lolos ke semi final Indonesia targetkan dua gelar di BWF World Superseries Finals Sea Games 2013: Indonesia berharap all Indonesian final di sektor ganda campuran
Tampilkan postingan dengan label NBWF Update. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NBWF Update. Tampilkan semua postingan

Jakarta Tuan Rumah Kejuaraan Dunia BWF 2015

Picture: BWF
Suara memekakkan telinga dan pemandangan warna-warni di dalam Stadion Istora Senayan akan menjadi latar belakang BWF World Championships 2015 karena Jakarta hari ini terpilih sebagai kota tuan rumah untuk event akbar tersebut.

Pengumuman tersebut langsung di sampaikan oleh Presedin BWF Poul-Erik Hoyer di Athena, Yunani. 

Jakarta mengalahkan kota Kunshan di provinsi Jiangsu, China untuk hak istimewa menggelar salah satu turnamen bulutangkis terbesar yang kembali ke Asia, setelah pada tahun 2014 kejuaraan dunia akan dilangsungkan di Kopenhagen, Denmark, Agustus mendatang.

Kota lain China, Dongguan (di Guangdong), menerima tawaran untuk menjadi tuan rumah BWF Sudirman Cup 2015, sedangkan BWF World Senior 
Championships akan di langsungkan di Helsingborg di Swedia.

Dua anggota delegasi Jakarta sangat gembira dengan berita itu dan berjanji Kejuaraan Dunia akan "setidaknya memiliki standar yang sama dengan Indonesia Open (acara Superseries Premier di kalender BWF World Superseries)" yang dikenal untuk suasana energik.

"Kami bersyukur dan kami akan menjadikannya salah satu dari Kejuaraan Dunia terbaik. Hal ini akan menjadi lebih baik daripada Indonesia Open dan semua orang tahu bagaimana menarik itu," kata Bambang (Rudy) Roedyanto, Kasusbid Hubungan Internasional PBSI.

Sementara itu, Presiden Badminton Swedia, Mats Tebben, mengatakan menjadi tuan rumah Kejuaraan dunia senior bisa meningkatnya jumlah orang tua bermain bulu tangkis di Swedia. "Terima kasih atas kesempatan untuk menjadi tuan rumah acara ini dan kami akan melakukan yang terbaik," tegasnya.

Wakil Walikota Dongguan, Yu Lijun, berjanji kepatuhan kotanya dengan semua kewajiban untuk menjadi tuan rumah Piala Sudirman (World Mixed Team Championships).

"Kami sangat senang. Saya berharap untuk melihat Anda semua di Dongguan. "

Sebelum pengumuman tersebut, pejabat dari semua empat kota kandidat membuat presentasi kepada Dewan BWF, menunjukkan bagaimana tawaran masing-masing memenuhi kriteria dan spesifikasi teknis untuk menjadi tuan rumah turnamen akbar tersebut.

(BWF-Badminton)

Photo Gallery Hong Kong Open Superseries 2013

(Photos by: Badminton Indonesia)

(Hong Kong Super Series 2013) Sony Gagal Rebut Gelar Juara di Hong Kong

Picture: Badminton Indonesia
Sony Dwi Kuncoro harus puas dengan posisi runner up pada turnamen Hong Kong Open Super Series 2013 setelah dikalahkan pemain ranking satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, 13-21, 9-21. Lewat kemenangan ini, rekor pertemuan kian diungguli Chong Wei dengan skor 9-5, dimana empat pertemuan terakhir dimenangkan Chong Wei secara berturut-turut.

"Chong Wei tampil luar biasa. Saya tidak dapat mengimbangi kecepatannya, ketinggalan terus. Pertahanan Chong Wei juga sulit ditembus, saya sempat bingung dan terus mencari berbagai cara bagaimana mematikan bola," kata Sony yang dijumpai usai pertandingan.

"Di awal permainan, saya sebetulnya sudah bisa mengimbangi Chong Wei. Tetapi selanjutnya malah banyak mati-mati sendiri," tambahnya.

Pada awal pertandingan, duel Sony dan Chong Wei berlangsung sengit. Sony yang beberapa kali ketinggalan, terus menyamakan kedudukan. Sederet kesalahan beruntun yang dilakukan Sony membuat Chong Wei unggul jauh 17-10 dan Sony pun kehilangan game pertama.

"Sony sepertinya dapat menemukan permainan di awal game pertama. Tetapi Sony masih sering ragu-ragu dan banyak memberi bola lambung hingga ia terus diserang oleh Chong Wei. Sony juga kalah di permainan depan, masih kurang maksa," jelas Joko Suprianto, sang pelatih.

Pada game kedua, Chong Wei terus menekan dan tak membiarkan permainan Sony berkembang. Sony tak dapat berbuat banyak, ia terus tertinggal jauh hingga kedudukan 4-11 di interval game kedua hingga akhirnya kalah dengan skor cukup telak, 9-21.

"Sony tampil anti klimaks di babak final ini. Ia juga tidak bermain di kemampuan terbaiknya, masih under performed," Joko mengungkapkan.

China menjadi peraih gelar juara terbanyak pada turnamen berhadiah total 350 ribu dollar AS ini dengan dengan kemenangan di tunggal putri dan ganda putri lewat partai all Chinese final.

Hasil final Hong Kong open bisa di lihat di sini

(Badmintonindonesia.org)

(Hong Kong Super Series 2013) Indonesia Pastikan Tiket Final Tunggal Putra

Picture: Badminton Indonesia

Kemenangan Sony Dwi Kuncoro atas Kenichi Tago (Jepang), 23-21, 21-18, membuat Indonesia memastikan tiket babak final Hong Kong Super Series 2013. Pada babak semifinal, Sony akan berjumpa dengan sesama pemain Indonesia yaitu Tommy Sugiarto yang sudah lebih dulu lolos.

Sementara itu, Tago tampak frustasi setelah pertandingan. Pemain rangking empat dunia ini tercatat belum pernah sekalipun menang dalam tujuh kali pertemuan dengan Sony.

"Saya kecewa dengan hasil ini, namun dibanding sebelumnya, saya merasa sudah tampil lebih baik dengan bermain lebih agresif. Sony adalah pemain kelas dunia, saya rasa dia punya kesempatan untuk menjadi juara di turnamen ini," ucap Tago, pemain berusia 24 tahun ini.

"Tak ada strategi khusus dalam pertandingan melawan Tago. Hal yang paling penting buat saya adalah saya siap, jadi mau lawan siapa juga bisa. Di pertandingan tadi, saya merasa bisa lebih agresif dari Tago yang mengandalkan stroke dan permainan yang rapi," ujar Sony.

Pertemuan di babak semifinal Hong Kong Open Super Series 2013 adalah kali kedua buat Sony dan Tommy. Tommy sementara unggul 1-0 atas Sony lewat kemenangan rubber game, 22-20, 22-24, 21-13 di Taipei Open Grand Prix Gold 2011.

Baik Sony maupun Tommy yang sering latihan bersama di Pelatnas Cipayung, mengaku sudah mengantongi kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Saya kira peluang Tommy dan Sony imbang 50:50, kedua pemain punya kans untuk menang. Kondisi mereka juga sedang bagus," tutur Joko Suprianto, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI.

Sony menjadi wakil Indonesia ketiga yang lolos ke semifinal. Sebelumnya, Tommy dan pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga melaju ke babak empat besar.
(Badmintonindonesia.org)

Lewati Pertarungan Sengit Melawan Ganda Rusia, Ahsan/Hendra ke Semifinal Hongkong Open

Picture: Badminton Indonesia


Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi wakil Indonesia kedua setelah Tommy Sugiarto, yang berhasil lolos ke babak semifinal Hongkong Open Superseries 2013. Unggulan satu tersebut memenangi pertandingan perempat final melawan ganda Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov, dengan 21-15, 14-21, 22-20, di Stadion Hongkong Coliseum, Jumat (22/11/2013).

Ganda Rusia mampu mengimbagi kecepatan Ahsan/Hendra pada awal gamepertama. Namun, ganda Indonesia tetap bisa menguasai keadaan meski Ahsan sempat melindungi lapangan seorang diri karena raket Hendra terlempar ke luar lapangan. Juara Dunia 2013 ini menutup game dengan 21-15.

Performa Ahsan/Hendra menurun di game kedua. Ivanov/Sozonov memimpin cukup jauh 12-7. Ahsan/Hendra banyak melakukan kesalahan sendiri dangame ini menjadi milik ganda Rusia dengan 21-14.

Ahsan/Hendra lebih dulu unggul 10-6 di game ketiga. Namun Ivanov/Sozonov tak mau menyerah dan menyamakan angka 14-14. Dengan upaya keras, Ahsan/Hendra akhirnya memastikan kemenangan usai mengakhiri gamedengan 22-20.

Ganda peringkat satu dunia tersebut kini menunggu pemenang laga antara, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korea) dan Sheng Mu Lee/Chia Hsin Tsai (Taiwan), yang akan jadi lawan mereka di semifinal.


(Kompas.com)

Eliminasi Wang Zhengming, Tommy ke Semifinal Hongkong Open

Picture: Badminton Indonesia

Tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto sukses menumbangkan wakil China, Wang Zhengming, pada babak perempat final Hongkong Open Superseries 2013 yang berlangsung di Stadion Hongkong Coliseum, Jumat (22/11/2013). Tommy memenangi laga denganrubber game, 17-21, 21-9, 21-12, dalam 56 menit.

Pertandingan langsung memanas di game pertama. Tommy unggul 12-10 lewat serangan-serangan net tipis. Namun, dengan melakukan smes-smes keras, Wang menyamakan angka dan berbalik unggul 14-12 sebelum mengakhiri game pertama dengan 21-17.

Tommy bangkit di game kedua. Unggul cukup jauh 11-6 pada setengah game, Tommy tak memberi Wang kesempatan untuk melakukan smesnya yang berbahaya. Dengan pukulan-pukulan pendek, tunggal Indonesia menutupgame ini dengan skor telak, 21-9.

Tommy kembali dengan performa gemilang di game tiga. Tommy banyak melakukan smes keras dan memimpin jauh 11-6. Bermain lebih taktis, anak Icuk Sugiarto ini pun menyudahi game ini dengan 21-12.

Tommy pun berhak melaju ke semifinal, sekaligus memperbesar rekor pertemuannya atas Wang menjadi 2-1.

Indonesia masih memiliki satu wakil di nomor ini, yakni Sony Dwi Kuncoro, yang akan menghadapi unggulan tiga asal Jepang, Kenichi Tago, malam nanti. Pemenang laga tersebut akan menjadi lawan Tommy di babak semifinal, Sabtu (23/11/2013).

(Kompas.com)

Peringkat Satu Dunia, Hendra/Ahsan Penasaran dengan All England

Picture: Badminton Indonesia

Meskipun telah resmi dinobatkan sebagai pasangan terkuat dunia dengan menduduki peringkat nomor satu di jajaran BWF World Ranking, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengaku tak mau berpuas dengan pencapaian yang mereka raih selama ini.

Hendra/Ahsan, yang telah mengantongi gelar Juara Dunia 2013 yang merupakan salah satu titel paling diidamkan para pebulutangkis mana pun, masih mengincar sederet gelar lain pada tahun 2014.

"Saya masih penasaran dengan gelar All England. Selain itu, kami juga membidik gelar di Asian Games 2014 dan BWF World Championships 2014. Selama memperkuat tim Piala Thomas, saya juga belum pernah merasakan jadi juara. Jadi ingin sekali, begitu pun Piala Sudirman," beber Hendra kepadaBadmintonindonesia.org.

"Terakhir tahun 2009 jadi pasangan ranking satu dunia. Jadi sekarang senang bisa ranking satu lagi, tapi tidak boleh berlebihan karena kekuatan ganda putra dunia makin merata," tambah Hendra yang berasal dari klub Jaya Raya Jakarta.

Sebelum berpasangan dengan Ahsan, Hendra sudah pernah mencicipi rasanya menjadi ganda putra terbaik di dunia bersama Markis Kido. Bahkan keduanya sukses menggondol medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan gelar-gelar bergengsi lain. Namun, mereka tercatat belum pernah memenangi gelar All England. Tak heran jika Hendra berharap dapat mewujudkan impian untuk menjadi juara di turnamen tertua di dunia tersebut bersama Ahsan.

Buat Ahsan, menjadi pemain ranking satu dunia adalah yang pertama sepanjang karier bulu tangkisnya. Sebelum menjadi Juara Dunia 2013, Ahsan mengaku tak terpikir bisa menduduki posisi tertinggi di jajaran ganda putra kelas dunia.

"Gelar juara dunia memang gelar yang paling saya idam-idamkan. Setelah bisa meraih titel ini, baru terbayang bisa jadi ganda putra ranking satu dunia. Sebelumnya sih enggak kepikiran,"kata Ahsan, pemain yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

"Rasanya senang sekaligus bangga, apalagi sudah cukup lama juga Indonesia tidak menempatkan wakil di peringkat satu dunia. Ini merupakan hasil kerja keras saya, Koh Hendra dan pelatih kami, Koh Herry (Herry Iman Pierngadi)," imbuh pemain binaan klub Djarum ini.

Namun, senada dengan Hendra, Ahsan pun tak ingin cepat puas dengan apa yang telah mereka raih selama lebih kurang setahun berpasangan. Bukannya tak bersyukur dengan raihan prestasi selama ini, tetapi pasangan juara Malaysia Open Super Series, Indonesia Super Series Premier, Singapore Super Series, dan Japan Open Super Series 2013 ini masih berharap dapat memberikan lebih banyak prestasi yang dapat mengharumkan nama Merah Putih di kancah perbulutangkisan dunia.

"Jangan cepat puas, kami juga mesti banyak mengevaluasi permainan kami, apa saja yang masih kurang. Kami masih terus belajar dan meningkatkan kualitas. Saya juga tak enggan belajar dari teman, bahkan yunior-yunior saya di Pelatnas Cipayung. Kalau ada teknik pukulan mereka yang bagus, saya tanya dan diskusi, bagaimana mereka melakukannya," ucap Ahsan.

Sementara sang pelatih, Herry Iman Pierngadi, mengatakan bahwa pencapaian Hendra/Ahsan menuju ranking satu dunia yang diraih dalam kurun waktu satu tahun bisa dibilang hasil yang cukup baik untuk keduanya.

"Menyatukan dua pemain jadi satu pasangan ganda itu tidak mudah, butuh proses dan banyak pembelajaran. Hendra/Ahsan dengan kerja kerasnya mampu meraih gelar Juara Dunia dan jadi pasangan ranking satu dunia dalam waktu satu tahun, apalagi sekarang saingannya juga banyak yang bagus-bagus. Menurut saya, ini hasil yang cukup baik, semoga bisa menjadi motivasi untuk pemain yang lain," tutur Herry.


(Kompas.com)

(SEA Games Myanmar 2013) Muhammad Rijal Kembali Perkuat Tim SEA Games

Picture: Badminton Indonesia

Pemain spesialis ganda campuran Muhammad Rijal kembali memperkuat tim bulutangkis Indonesia pada pesta olahraga se Asia Tenggara, SEA Games Myanmar 2013 di Nay Pyi Taw, 10-14 Desember.

Sebelumnya diberitakan bahwa Rijal batal membela skuat Merah-Putih. Sang partner, Debby Susanto pun akhirnya akan dipasangkan dengan Ricky Karanda Suwardi, pemain ganda putra yang juga berada di tim inti dan bermain ganda putra bersama Berry Angriawan.

“Setelah berkomunikasi dengan pelatihnya (Richard Mainaky), Rijal menyatakan komitmen untuk melakukan persiapan yang baik jelang SEA Games 2013,” kata Ricky Soebagdja, Manajer Tim Bulutangkis Indonesia di SEA Games Myanmar 2013.

“Pertimbangan kedua adalah, bahwa kami harus tetap bisa meraih medali emas dari nomor ganda campuran. Nomor ini memang menjadi salah satu andalan,” tambah Ricky.

Rijal/Debby merupakan pasangan ganda campuran ranking tujuh dunia yang berpisah setelah Denmark Open Super Series Premier pada Oktober silam. Debby kemudian berpasangan dengan Ronald Alexander.

Sebanyak tiga medali emas dan dua medali perak ditargetkan tim bulutangkis Indonesia pada SEA Games Myanmar 2013. Ganda campuran menjadi salah satu nomor yang ditargetkan untuk mendulang medali emas bersama nomor ganda putra dan ganda putri. Sementara itu, nomor tunggal putra dan tunggal putri ditargetkan medali perak. (*)

Berikut daftar tim inti bulutangkis Indonesia pada SEA Games Myanmar 2013:

Tunggal Putra
Dionysius Hayom Rumbaka, Wisnu Yuli Prasetyo

Tunggal Putri
Aprilia Yuswandari, Bellaetrix Manuputty

Ganda Putra
Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Ricky Karanda Suwardi/Berry Angriawan

Ganda Putri
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Tiara Rosalia Nuraidah/Gebby Ristiyani Imawan

Ganda Campuran
Muhammad Rijal/Debby Susanto, Riky Widianto/Richi Puspita Dili

(Badminton Indonesia)

Victor China Open Superseries Premier 2013

Picture: BWF Logo
Match Result

Finals, Sunday, November 17, 2013 at 12.00 PM (GMT+8)

Chen Long [2]  -  Wang Zhengming 19-21 21-8 21-14

Li Xuerui [1]  -  Wang Shixian [7] 16-21 21-17 21-19

Lee Yong Dae 
Yoo Yeon Seong 
-  Thien How Hoon
 Wee Kiong Tan -
21-13 21-12

Wang Xiaoli [1] 
Yu Yang (F) 
-  Bao Yixin [8]
 Zhong Qianxin
21-13 21-7

Tontowi Ahmad [2] 
Liliyana Natsir 
-  Joachim Fischer Nielsen
 Christinna Pedersen
21-10 5-21 21-17


Semi Finals, Saturday, November 16, 2013 at 12.00 PM (GMT+8)


Tontowi Ahmad [2] 
Liliyana Natsir 
-  Kim Ki Jung
 Kim So Young
21-9 21-11


Quarter Finals, Friday, November 15, 2013 at 5.00 PM (GMT+8)

Wei Feng Chong  -  Sony Dwi Kuncoro 18-21 21-14 21-16

Tontowi Ahmad [2] 
Liliyana Natsir 
-  Anders Kristiansen
 Julie Houmann
21-15 21-15


Round 2, Thursday, November 14, 2013 at 1.00 PM (GMT+8)

Wang Zhengming  -  Tommy Sugiarto [5] 21-15 14-21 21-18

Sony Dwi Kuncoro  -  Kenichi Tago [4] 21-13 21-17

Liu Xiaolong [4] 
Qiu Zihan 
-  Gideon Markus Fernaldi
 Markis Kido
21-18 21-17

Duanganong Aroonkesorn 
Kunchala Voravichitchaikul 
-  Pia Zebadiah Bernadeth [7]
 Rizki Amelia Pradipta
21-11 22-20

Tian Qing [5] 
Zhao Yunlei 
-  Nitya Krishinda Maheswari
 Greysia Polii
21-14 21-13

Tontowi Ahmad [2] 
Liliyana Natsir 
-  Hirokatsu Hashimoto
 Miyuki Maeda
21-11 21-13

Anders Kristiansen 
Julie Houmann 
-  Markis Kido [7]
 Pia Zebadiah Bernadeth
10-21 21-16 21-16

Joachim Fischer Nielsen [4] 
Christinna Pedersen 
-  Gideon Markus Fernaldi
 Rizki Amelia Pradipta
21-6 21-6


Round 1, Wednesday, November 13, 2013 at 9.00 AM (GMT+8)

Tommy Sugiarto [5]  -  Viktor Axelsen 21-19 19-21 21-10

Sony Dwi Kuncoro  -  Jen Hao Hsu 21-15 21-17

Wang Shixian [7]  -  Lindaweni Fanetri 21-14 21-13

Lee Yong Dae 
Yoo Yeon Seong 
-  Mohammad Ahsan [1]
 Hendra Setiawan
21-18 21-11

Chris Adcock 
Andrew Ellis 
-  Angga Pratama [8]
 Ryan Agung Saputra
21-11 21-19

Gideon Markus Fernaldi 
Markis Kido 
- Chen Hung Ling
 Chia Pin Lu
21-19 12-21 21-15

Fu Haifeng 
Wei Hong 
-  Berry Anggriawan
 Ricky Karanda Suwardi
21-18 21-12

Pia Zebadiah Bernadeth [7] 
Rizki Amelia Pradipta 
-  Ko A Ra
 Hae Won Yoo
21-19 21-19

Qing Tian [5] 
Zhao Yunlei 
-  Aprilsasi Putri Lejarsar Variella
 Vita Marissa
21-7 21-11

Nitya Krishinda Maheswari 
Greysia Polii 
-  Eva Lee
 Paula Lynn Obanana
21-17 21-14

Tontowi Ahmad [2] 
Liliyana Natsir 
-  Cheng Liu
 Bao Yixin
21-11 20-22 21-7

Markis Kido [7] 
Pia Zebadiah Bernadeth 
-  Chun Hei Lee
 Hoi Wah Chau
17-21 21-16 21-15

Yeon Seong Yoo 
Ye Na Jang 
-  Praveen Jordan [8]
 Vita Marissa
21-23 21-16 21-19

Michael Fuchs 
Birgit Michels 
-  Edi Subaktiar
 Gloria Emanuelle Widjaja
21-16 21-13

Gideon Markus Fernaldi 
Rizki Amelia Pradipta 
-  Max Schwenger
 Carla Nelte
21-18 15-21 21-17

Kim Ki Jung 
Kim So Young 
-  Ronald Alexander
 Debby Susanto
21-12 11-21 21-11