The Comments

Vietnam GP: Diunggulkan di tempat ketiga, Maria Febe melenggang ke semi final Vietnam GP: Alamsyah Yunus melenggang ke semi final Vietnam GP: Pasangan Fran Kurniawan/Bona Septano berhasil lolos ke semi final Indonesia targetkan dua gelar di BWF World Superseries Finals Sea Games 2013: Indonesia berharap all Indonesian final di sektor ganda campuran

Jordan/Vita Raih Gelar Ketiga

Picture: Badminton Indonesia (PBSI)

Ganda campuran pasangan Praveen Jordan/Vita Marissa sukses menambah pembendaharaan gelarnya di tahun ini menjadi tiga buah. Kali ini, pasangan yang berada di bawah naungan klub PB Djarum ini keluar sebagai juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 usai di final mengandaaskan perlawanan "Sang Juara Dunia" Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir lewat pertarungan tiga game, 22-20 9-21 21-14.

Di awal game pertama Jordan/Vita bermain taktis dan menguasai jalannya pertandingan, sedangkan Tontowi/Butet lebih sering melakukan kesalahan sendiri. Lepas interval permainan Tontowi/Liliyana mulai keluar dan berhasil balik memimpin di kedudukan 20-17. Di posisi match point itu, ganda peraih dua gelar All England itu malah banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga balik kalah 20-22.


Tontowi/Liliyana tancap gas di game kedua. Keduanya terus melancarkan serangan, sementara pasangan Jordan/Vita malah lebih sering melakukan unforced error. Akhirnya, Tontowi/Liliyana menang mudah dengan skor 21-9.

Di game penentuan pertarungan berjalan sengit sampai babak inrerval. Lepas rehat sejenak, Tontowi Ahmad Ahmad malah banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga pola permainan pasangan juara dunia tersebut menjadi berantakan. Praveen/Vita pun menutup laga dengan skor 2-14.

"Sebagai pemain muda, saya tampil tanpa beban. Kemenangan ini menjadi motivasi untuk saya bisa lebih baik lagi kedepannya, membuat saya makin yakin," komentara Praveen dalam rilis PBSI.

Liliyana berkomentar kesalahn sendiri yang kerap dilakukan Tontowi menjadi salah satu penyebab kekalahan mereka.

"Kuncinya adalah di game pertama saat kami yang sudah unggul 20-18 dan Tontowi membuat kesalahan beruntun hingga kami kehilangan empat poin. Ini fatal sekali, Tontowi harus introspeksi diri. Kalau menang di game pertama, besar kemungkinan kami untuk menang straight game. Di game ketiga saat lawan ngotot lagi, kami malah goyang," kata Liliyana setelah pertandingan.

Komentar Liliyana tersebut ternyata tersebut ternyata diamini oleh Tontowi.

"Saya sangat underperformed hari ini. Lawan sebetulnya bermain biasa-biasa saja, tetapi saya yang mainnya jelek," ucap Tontowi.

Gelar ini menjadi yang ketiga bagi pasnagan Jordan/Vita di tahun 2013 seetlah sebelumnya menang di New Zealand GP dan Malaysia GPG. Sementara bagi Tontowi/Liliyana hasil ini merupakan sebuah penurunan karena tahun lalu mereka keluar sebagai juara.

Selanjutnya, kedua pasangan ini bersiap mengikuti turnamen Denamrk Super Series Premier dan French Super Series.

(Ivan Jhansen)

Tidak ada komentar: